Orang lanjut usia mengalami banyak masalah, baik fisik maupun psikologis. Masalah psikologis yang paling umum adalah kesepian, yaitu merasa dikucilkan dari lingkungan sosial mereka. Kesepian yang berkelanjutan berdampak pada masalah kesehatan. Orang lanjut usia membutuhkan dukungan keluarga untuk mengatasi masalah kesepian mereka. Namun, tidak semua orang lanjut usia menerima dukungan keluarga meskipun mereka tinggal bersama keluarga mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kesepian di kalangan lansia di Pusat Kesehatan Masyarakat Derli Tua. Saya menggunakan metode penelitian lintas sektoral dengan pendekatan korelasi di mana saya meneliti hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat kesepian (Lonlinners) di kalangan lansia di Pusat Kesehatan Masyarakat Derli Tua. Penelitian korelasi bertujuan untuk menentukan hubungan antara dua variabel atau lebih menggunakan korelasi lintas sektoral dengan merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Hasil penelitian saya menunjukkan bahwa terdapat 29 responden (58%) yang mengalami kesepian, sedangkan 21 responden (42%) tidak kesepian dalam hal tingkat kesepian di usia lanjut mereka. Sementara itu, mayoritas responden, yaitu 27 orang (54%) menunjukkan dukungan keluarga dalam kategori negatif, sedangkan 23 responden (46%) mencatat dukungan keluarga dalam kategori positif. (Ayusi, 2021). Diharapkan para lansia ini akan terus meningkatkan aktivitas mereka dengan berinteraksi satu sama lain, bertukar ide dengan keluarga mereka untuk meningkatkan dukungan keluarga sehingga para lansia ini tidak mengalami kesepian
Copyrights © 2025