Produksi pakcoy mengalami penurunan sebesar 9,69% dari tahun 2022 ke tahun 2023. “Meningkatnya minat masyarakat untuk mengonsumsi pakcoy tidak diiringi dengan peningkatan produksinya. Produksi optimal akan difasilitasi oleh pertumbuhan tanaman yang kuat. Akibatnya, penting untuk memasukkan biosaka sebagai elisitor dan bahan organik dalam bentuk kotoran sapi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua perlakuan. Faktor awal adalah biosaka, dengan tingkat konsentrasi sebagai berikut: B1 = 1 ml Biosaka per liter air; B2 = 2 ml Biosaka per liter air; dan B3 = 3 ml Biosaka per liter air. Faktor kedua adalah pupuk kandang kotoran sapi, yang diberikan pada dosis berikut: P1 = 25 ton/Ha; P2 = 35 ton/Ha; dan P3 = 45 ton/Ha, menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Pemanfaatan biosaka, pupuk kandang kotoran sapi, atau kombinasi keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan dan penyerapan nitrogen tanaman pakcoy, terbukti dari peningkatan bobot kering tajuk, bobot kering akar, rasio tajuk akar, dan serapan nitrogen tanaman. Konsentrasi biosaka yang optimal untuk meningkatkan serapan nitrogen tanaman adalah 2 ml/L air. Dosis optimal pupuk kandang kotoran sapi untuk meningkatkan pertumbuhan dan penyerapan nitrogen tanaman pakcoy adalah 35 ton per hektar. Kombinasi optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy adalah konsentrasi biosaka 3 ml/L air yang dikombinasikan dengan 25 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi, sedangkan kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan serapan nitrogen tanaman adalah konsentrasi biosaka 2 ml/L air yang dikombinasikan dengan 35 ton/ha pupuk kandang kotoran sapi
Copyrights © 2025