Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbilitas di Indonesia. Pada pengobatan penyakit hipertensi untuk stadium lanjut banyak terjadi komplikasi sehingga potensi terjadinya polifarmasi sangat besar yang menyebabkan kemungkinan terjadinya interaksi obat-obat. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk menegtahui potensial interaksi obat-obat yang bertujuan untuk mengetahui angka kejadian interaksi obat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data di ambil dari Rekam Medis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif. Data penggunaan obat antihipertensi dan data kunjungan rawat inap yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medik Rumah Sakit. Semua data tersebut selanjutnya diolah untuk mengetahui kuantitas penggunaan obat antihipertensi. Pengecekan dilakukan melalui www.drugs.com dan www.medscape.com. Penelitian ini memaparkan persentase dari jenis polifarmasi dan potensi interaksi obat-obat berdasarkan tingkatan yang telah ditetapkan. Dari total 42 pasien hipertensi terdapat 219 kejadian interaksi dengan rincian, interaksi moderat sebesar 132 (60%) interaksi, interaksi minor sebesar 53 (24%) interaksi dan interaksi major sebesar 34 (16%) interaksi. Untuk obat yang digunakan dari hasil penelitian pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Tiara Pematangsiantar periode Juni – Juli 2025 adalah amlodipine 27%; furosemide 25%; spironolactone 9%; losartan 9%; bisoprolol 7%; candesartan 5%; ramipril 5%; captopril 4%; hidrocholotiazide 2%; irbesartan 2%; nebivolol 2% dan propranolol 2%.
Copyrights © 2025