Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan saluran napas, yang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang dianggap potensial untuk meningkatkan fungsi paru adalah latihan pernapasan diafragma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan pernapasan diafragma terhadap fungsi paru pada pasien asma. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sebanyak 30 pasien asma dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan latihan pernapasan diafragma selama empat minggu, dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Fungsi paru diukur menggunakan spirometer dengan parameter FEV1, FVC, dan rasio FEV1/FVC. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p 0.05). Latihan pernapasan diafragma terbukti dapat meningkatkan kapasitas paru, efisiensi pernapasan, serta menurunkan derajat obstruksi saluran napas. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan pernapasan diafragma dapat dijadikan intervensi pendukung dalam manajemen asma, terutama karena sifatnya yang aman, murah, dan mudah diterapkan. Penelitian ini merekomendasikan agar latihan ini dimasukkan dalam program rehabilitasi respirasi atau edukasi mandiri bagi pasien asma. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang disarankan untuk mengkaji manfaat jangka panjang dari latihan ini
Copyrights © 2025