Abstract. The Urban Heat Island (UHI) phenomenon refers to increased air temperatures in urban areas resulting from high building density and the reduction of green open spaces (GOS). Uncontrolled land-use conversion is a major contributor to this phenomenon, which has also been observed in Lumajang Regency in recent years. This study aims to estimate the required additional GOS and identify potential locations for its development as a UHI mitigation strategy. A quantitative approach was applied using secondary data obtained from relevant government institutions. Data were analyzed through spatial analysis techniques, including the calculation of GOS requirements based on Law Number 26 of 2007. The findings indicate that Lumajang Regency requires an additional 28.55 hectares of GOS. Site selection for GOS development was based on several parameters, including the Thermal Humidity Index (THI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), slope gradient, and proximity to residential areas. Overall, 134.93 hectares of land were identified as potentially suitable for GOS development. These results provide a policy reference for local government planning to mitigate UHI impacts. Abstrak. Fenomena Urban Heat Island (UHI) merupakan peningkatan suhu udara di kawasan perkotaan akibat kepadatan bangunan dan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya fenomena ini, yang juga terjadi di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan penambahan RTH serta mengidentifikasi lokasi potensial pengembangannya sebagai upaya mitigasi UHI. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah terkait. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis spasial, termasuk perhitungan kebutuhan RTH berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Lumajang masih memerlukan tambahan RTH seluas 28,55 hektare. Penentuan lokasi RTH mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu Thermal Humidity Index (THI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), kemiringan lereng, dan jarak dari permukiman. Secara keseluruhan, tersedia lahan potensial seluas 134,93 hektare untuk pengembangan RTH. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam perencanaan pengembangan RTH guna mengurangi dampak UHI.
Copyrights © 2025