Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran lingkungan keluarga dalam menumbuhkan kemampuan literasi siswa kelas VI SD. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya capaian literasi siswa sekolah dasar sehingga diperlukan dukungan keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat yang memengaruhi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan informan siswa, orang tua, dan guru. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan besar dalam pembentukan literasi anak. Pendampingan orang tua, kebiasaan membaca bersama, dan komunikasi yang intensif membantu siswa mengembangkan kemampuan memahami teks, memperluas kosakata, serta meningkatkan keterampilan menulis. Ketersediaan fasilitas literasi seperti buku bacaan, ruang belajar, dan akses digital yang diarahkan secara benar turut memperkuat motivasi dan minat baca siswa. Selain itu, pengawasan penggunaan gawai membantu mengarahkan anak memanfaatkan teknologi untuk aktivitas literasi yang lebih produktif. Meskipun kondisi ekonomi keluarga berpengaruh, komitmen orang tua terbukti menjadi faktor yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan literasi siswa berkembang optimal ketika keluarga menyediakan dukungan yang konsisten, stimulasi membaca, serta budaya literasi yang positif di rumah. Temuan ini memperkuat pentingnya kolaborasi keluarga dan sekolah dalam mengembangkan literasi anak secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025