Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, menghadapi dua permasalahan utama, yaitu rendahnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi dan berkurangnya luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan. Kedua permasalahan ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan pangan lokal yang berkelanjutan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kelompok Kerja Lapangan Mahasiswa (KKNM) ke-12 melaksanakan dua program utama, yaitu Lensa Aksara dan Seminar Pertanian: Petani Tangguh, Desa Tumbuh. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap bahan bacaan dan membekali masyarakat dengan keterampilan mengelola lahan sempit dan memanfaatkan limbah pertanian. Metode yang digunakan adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), yang menekankan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan hingga tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program Lensa Aksara meningkatkan partisipasi siswa dan keterlibatan guru serta mendorong terbentuknya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sementara itu, Seminar Pertanian berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pertanian perkotaan, mendorong penanaman mandiri di lahan terbatas, dan memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket. Secara keseluruhan, program ini menciptakan sinergi antara peningkatan kapasitas literasi masyarakat dan pemberdayaan pertanian berkelanjutan. Sinergi ini berkontribusi pada pengembangan desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025