Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit terjadi karena infeksi virus demam berdarah dengan penularan dari gigitan nyamuk berjenis Aedes aegypti. Kecamatan Cengkareng merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus kejadian yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan tren kejadian DBD serta faktor risikonya berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG). Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Kelurahan Cengkareng. Rancangan penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan deskriptif analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian DBD tertinggi terjadi pada tahun 2024 terutama di Kelurahan Kapuk, kejadian DBD berdasarkan kepadatan Penduduk menunjukkan pola mengelompok (clustered), kejadian DBD berdasarkan Angka Bebas Jentik menunjukkan pola menyebar (dispersed), kejadian DBD berdasarkan umur menunjukkan pola acak (random), kejadian DBD berdasarkan jenis Kelamin menunjukkan pola menyebar (dispersed). Saran yang direkomendasikan agar pemerintah, masyarakat serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan aktif dalam memutus penularan serta mencegah peningkatan kejadian DBD.
Copyrights © 2025