Fenomena penurunan muka tanah (PMT) pada beberapa tahun terakhir kerap terjadi di daerah-daerah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa seperti Jakarta, Semarang, dan Demak. Kota Tegal merupakan wilayah yang terletak di pesisir pantai utara Jawa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Fenomena PMT yang terjadi di Kota Tegal telah diamati menggunakan metode GNSS pada titik stasiun CORS CTGL. Namun, metode GNSS kurang efektif digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dikarenakan metode ini melakukan pengukuran berbasis titik sedangkan PMT terjadi secara areal. Salah satu metode pengamatan berbasis satelit radar yaitu InSAR dapat digunakan untuk melakukan pengamatan PMT dengan hasil cakupan spasial yang luas. Metode ini dapat dikombinasikan menggunakan teknik SBAS untuk meningkatkan akurasi hasil pengolahan. Pengolahan menggunakan metode ini dapat dilakukan dengan perangkat lunak LiCSBAS yang memanfaatkan data interferogram dari LiCSAR pada arah orbit ascending dan descending. Dilakukan ekstraksi 2,5D untuk memperoleh nilai komponen vertikal yang lebih merepresentasikan penurunan maupun kenaikan muka tanah. Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di Kabupaten Tegal dan mencakup Kota Tegal yang selanjutnya disebut sebagai daerah Tegal. PMT yang terjadi diamati berdasarkan hasil analisis deret waktu InSAR dan ekstraksi 2.5D menggunakan perangkat lunak LiCSBAS. Hasil pengolahan berhasil mendeteksi penurunan muka tanah yang terjadi di area sebelah utara dan kenaikan muka tanah terjadi di area sebelah selatan daerah Tegal. Nilai penurunan yang terjadi mencapai -207,78 mm dan nilai kenaikan yang terjadi mencapai 88,91 mm. Nilai penurunan dan kenaikan yang disajikan merupakan nilai cumulative vertical displacement yang didapatkan dari periode hasil pengolahan.
Copyrights © 2025