Mahasiswi berhijab kerap diposisikan sebagai representasi perempuan Muslim ideal yang mencerminkan nilai religius, kesantunan, dan moralitas. Di lingkungan kampus, identitas mereka tidak hanya dinilai secara akademis, tetapi juga melalui perilaku dan ekspresi keagamaan. Namun, konstruksi sosial tersebut tidak selalu dijalani secara utuh. Salah satu fenomena yang memicu perdebatan adalah mahasiswi berhijab yang merokok, yang dianggap bertentangan dengan citra religius yang dilekatkan pada mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna, motivasi, dan pengalaman mahasiswi berhijab yang merokok di Kota Malang. Dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik merokok dimaknai sebagai bagian dari pencarian identitas diri, pengelolaan stres, serta bentuk resistensi terhadap stereotip sosial. Perilaku ini perlu dipahami dalam konteks pengalaman personal, tekanan lingkungan, serta negosiasi antara nilai religius dan gaya hidup modern.
Copyrights © 2025