Secara konseptual, program KB diposisikan sebagai bentuk intervensi promotif serta preventif yang dirancang secara terintegrasi, menyeluruh, serta berkesinambungan. Layanan dalam program ini mencakup konseling serta penyediaan berbagai jenis kontrasepsi, baik yang termasuk dalam kategori Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) ataupun non-MKJP. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan pengetahuan, sikap, umur, pekerjaan, pendidikan, paritas, dukungan suami serta peran kader secara simultan terhadap pemilihan jenis kontrasepsi pada wanita usia subur Tahun 2025. Penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli tahun 2025. Populasi adalah wanita usia subur dengan jumlah sampel sebanyak 109 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa presentase tiap variabel dependen maupun independent sudah baik. Hasil uji statistik Chi-square pada analisis bivariat menunjukkan pemilihan alat kontrasepsi dimana dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, umur, pekerjaan, pendidikan, paritas, dukungan suami serta peran kader. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling berperan terhadap pemilihan kontrasepsi adalah variabel pengetahuan. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa faktor yang menonjol memengaruhi pemilihan kontrasepsi ialah tingkat pengetahuan. Dianjurkan agar petugas kesehatan secara intensif melaksanakan kegiatan penyuluhan serta sosialisasi terkait kontrasepsi jangka panjang (MKJP), khususnya bagi wanita usia subur, untuk mendorong peningkatan penggunaan MKJP di wilayah kerja Puskesmas.
Copyrights © 2025