Diabetes mellitus adalah penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Kota Bukittinggi, yang sering menimbulkan stres pada pasien dan membutuhkan dukungan keluarga untuk mendukung pengelolaan diri (self-management). Survei awal di Puskesmas Tigo Baleh menunjukkan sebagian pasien belum mendapat dukungan keluarga memadai, datang berobat tanpa pendamping, serta mengalami stres yang berdampak negatif pada self-management. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat stres dengan self-management pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Tigo Baleh. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes mellitus yang berkunjung ke Puskesmas Tigo Baleh, dengan sampel 69 responden yang dipilih melalui cluster sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner dukungan keluarga, DASS-42 untuk tingkat stres, dan DSMQ untuk self-management. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan 44,9% responden memiliki dukungan keluarga baik, 40,6% memiliki tingkat stres normal, dan 56,5% memiliki self-management baik. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan self-management (p=0,000) serta antara tingkat stres dengan self-management (p=0,000). Kesimpulannya, semakin baik dukungan keluarga dan semakin rendah tingkat stres, maka semakin baik pula self-management pasien diabetes mellitus.
Copyrights © 2025