Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pengembangan keterampilan menulis. Pembelajaran menulis berbasis aplikasi digital menawarkan berbagai kemudahan, interaktivitas, dan personalisasi yang dapat meningkatkan motivasi serta kualitas tulisan siswa. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pemahaman konsep secara kritis, reflektif, dan kreatif, sehingga siswa tidak hanya meniru, tetapi mampu menghasilkan karya tulis yang orisinal dan bermakna. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis model-model pembelajaran menulis yang memanfaatkan aplikasi digital dengan prinsip pembelajaran mendalam, mengevaluasi efektivitasnya, dan mengidentifikasi tantangan serta rekomendasi implementasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis, dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari database internasional dan nasional antara tahun 2018–2025 yang relevan dengan tema. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis berbasis aplikasi digital, seperti Google Docs, Grammarly, Padlet, dan aplikasi berbasis AI, dapat meningkatkan keterampilan menulis, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas siswa jika diintegrasikan dengan strategi pembelajaran mendalam, seperti problem-based learning, reflective writing, dan collaborative learning. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan akses teknologi, adaptasi guru, serta kebutuhan penguatan literasi digital siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan model hybrid yang menggabungkan pembelajaran konvensional dan digital, pelatihan guru, serta penggunaan aplikasi yang sesuai karakteristik siswa untuk memaksimalkan hasil belajar menulis.
Copyrights © 2026