Jurnal Counsellia
Vol. 15 No. 2 (2025): In Press

Analisis kelekatan orangtua dan gangguan perilaku anak: studi kasus anak tunalaras

Selian, Sri Nurhayati (Unknown)
Nur Hasmalawati (Unknown)
Shanaz Ramadhini (Unknown)
Fitrah Luthfia (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2025

Abstract

Gangguan perilaku pada anak tunalaras sering kali berakar pada hubungan kelekatan yang tidak aman antara anak dan orangtua, yang dipengaruhi oleh dinamika keluarga yang tidak harmonis dan lingkungan sosial yang disfungsional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 55 responden. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kelekatan, latar belakang keluarga, dan pemicu perilaku delinkuen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas responden berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah (81,8%) dan mengalami pola pengasuhan tidak harmonis (58,2%), ditandai dengan konflik kronis, broken home, dan pengabaian emosional. Dinamika kelekatan didominasi pola tidak aman (insecure attachment), dimana 58,2% responden merasa tidak dipahami keluarga dan 40% beralih mencari dukungan pada figur di luar orangtua. Temuan utama menunjukkan pemicu utama konflik dengan hukum adalah kasus hubungan seksual yang dilaporkan sebagai pemerkosaan (45,5%), ini merefleksikan benturan antara norma sosial dan otonomi remaja, kemudian diikuti tindakan properti crime yang didorong faktor ekonomi. Hasil penelitian attachment figure shifting dalam kajian ini juga mendorong pengembangan model layanan konseling berbasis hubungan terapeutik yang hangat, empatik, dan konsisten, bagi anak yang kehilangan dukungan emosional dari orangtua. Secara praktis, implikasi penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan layanan konseling keluarga dan konseling berbasis trauma di lembaga pendidikan maupun lembaga rehabilitasi anak.Abstract: Behavioral disorders in children with mental retardation are often rooted in insecure attachment relationships between children and parents, influenced by disharmonious family dynamics and a dysfunctional social environment. The study used a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews with 55 respondents. Data were analyzed thematically to identify attachment patterns, family backgrounds, and triggers of delinquent behavior. The results revealed that the majority of respondents came from families with lower-middle incomes (81.8%) and experienced disharmonious parenting patterns (58.2%), characterized by chronic conflict, broken homes, and emotional neglect. Attachment dynamics were dominated by insecure attachment patterns, with 58.2% of respondents feeling misunderstood by their families and 40% turning to figures other than their parents for support. Key findings showed that the main trigger for conflict with the law was cases of sexual relations reported as rape (45.5%), reflecting the clash between social norms and adolescent autonomy, followed by property crimes driven by economic factors. The findings of this study on attachment figure shifting also encourage the development of a counseling service model based on a warm, empathetic, and consistent therapeutic relationship for children who have lost emotional support from their parents. Practically, the implications of this research provide a basis for developing family counseling and trauma-based counseling services in educational institutions and child rehabilitation centers.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JBK

Publisher

Subject

Other

Description

Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and ...