Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relationship between Perceived Organizational Support and Organizational Citizenship Behavior for Wilayatul Hisbah Aceh Jaya Police Members Nur Hasmalawati; Maulana, Samsoel; Vonna, Rizka Dara
Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 02 (2025): NOSIPAKABELO: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING KEISLAMAN
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/nosipakabelo.v6i02.4352

Abstract

Members of the Wilayatul Hisbah Police have an important role in monitoring the implementation of Islamic Sharia, but the low OCB in some members means that the implementation of supervisory, coaching and law enforcement duties is not optimal. The aim of this research is to determine the relationship between the level of Perceived Organizational Support and Organizational Citizenship Behavior in Wilayatul Hisbah Aceh Jaya Police members. The research method used is quantitative research. The sample used was 114 members of Satpol PP and WH Aceh Jaya, using the total sampling technique. Retrieval of data using a questionnaire measured on a likert scale and distribution to the sample. The data analysis used is Pearson Product Moment. The research results show that Pearson Product Moment analysis between POS and OCB in Satpol PP and WH Aceh Jaya members shows a positive correlation with the Pearson correlation value of 0.601. Improvements in POS perception tend to be followed by improvements in OCB behavior. A significance value (p) of 0.001 smaller than 0.05 indicates that this relationship is significant.
Analisis kelekatan orangtua dan gangguan perilaku anak: studi kasus anak tunalaras Selian, Sri Nurhayati; Nur Hasmalawati; Shanaz Ramadhini; Fitrah Luthfia
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 2 (2025): In Press
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v15i2.23292

Abstract

Gangguan perilaku pada anak tunalaras sering kali berakar pada hubungan kelekatan yang tidak aman antara anak dan orangtua, yang dipengaruhi oleh dinamika keluarga yang tidak harmonis dan lingkungan sosial yang disfungsional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 55 responden. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola kelekatan, latar belakang keluarga, dan pemicu perilaku delinkuen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas responden berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah (81,8%) dan mengalami pola pengasuhan tidak harmonis (58,2%), ditandai dengan konflik kronis, broken home, dan pengabaian emosional. Dinamika kelekatan didominasi pola tidak aman (insecure attachment), dimana 58,2% responden merasa tidak dipahami keluarga dan 40% beralih mencari dukungan pada figur di luar orangtua. Temuan utama menunjukkan pemicu utama konflik dengan hukum adalah kasus hubungan seksual yang dilaporkan sebagai pemerkosaan (45,5%), ini merefleksikan benturan antara norma sosial dan otonomi remaja, kemudian diikuti tindakan properti crime yang didorong faktor ekonomi. Hasil penelitian attachment figure shifting dalam kajian ini juga mendorong pengembangan model layanan konseling berbasis hubungan terapeutik yang hangat, empatik, dan konsisten, bagi anak yang kehilangan dukungan emosional dari orangtua. Secara praktis, implikasi penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan layanan konseling keluarga dan konseling berbasis trauma di lembaga pendidikan maupun lembaga rehabilitasi anak.Abstract: Behavioral disorders in children with mental retardation are often rooted in insecure attachment relationships between children and parents, influenced by disharmonious family dynamics and a dysfunctional social environment. The study used a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews with 55 respondents. Data were analyzed thematically to identify attachment patterns, family backgrounds, and triggers of delinquent behavior. The results revealed that the majority of respondents came from families with lower-middle incomes (81.8%) and experienced disharmonious parenting patterns (58.2%), characterized by chronic conflict, broken homes, and emotional neglect. Attachment dynamics were dominated by insecure attachment patterns, with 58.2% of respondents feeling misunderstood by their families and 40% turning to figures other than their parents for support. Key findings showed that the main trigger for conflict with the law was cases of sexual relations reported as rape (45.5%), reflecting the clash between social norms and adolescent autonomy, followed by property crimes driven by economic factors. The findings of this study on attachment figure shifting also encourage the development of a counseling service model based on a warm, empathetic, and consistent therapeutic relationship for children who have lost emotional support from their parents. Practically, the implications of this research provide a basis for developing family counseling and trauma-based counseling services in educational institutions and child rehabilitation centers.
Perbedaan Prokrastinasi Kerja Ditinjau dari Sistem Kerja Shift pada Karyawan Kedai Kopi Muhammad Naufal Faiz; Nur Hasmalawati; Rizka Dara Vonna
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.954

Abstract

Karyawan memiliki peran penting dalam mengembangkan usaha kedai kopi. Pengelolaan karyawan secara optimal dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan prokrastinasi kerja ditinjau dari sistem kerja shift pada karyawan kedai kopi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif dengan metode skala likert. Subjek penelitian adalah karyawan yang menerapkan sistem kerja shift Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh, terdiri atas 88 karyawan. Teknik pengambilan subjek menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prokrastinasi kerja pada karyawan yang memasuki shift pagi dan shift malam, diketahui bahwa karyawan shift malam lebih cenderung melakukan prokrastinasi kerja dibandingkan dengan shift pagi. Dengan demikian, implikasi penelitian ini adalah membantu karyawan memahami faktor prokrastinasi kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan.