Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia, tradisi seni baca Al-Qur’an berkembang dan tersosialisasi secara luas di tengah masyarakat. Banyak lembaga formal maupun non formal yang didirikan khusus untuk mempelajari seni baca Al-Qur’an. Namun, pada kenyataannya masih belum mampu memenuhi tujuan utama dari pendidikan seni baca Al-Qur’an itu sendiri. Masih ditemukan beberapa daerah yang sebagian penduduknya belum mempunyai kemampuan seni baca Al-Qur’an yang mumpuni disebabkan kurangnya minat dan motivasi untuk belajar seni baca Al-Qur’an. Salah satu daerah yang masih tergolong rendah motivasi belajar seni baca Al-Qur’an adalah desa Keraskulon kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi. Hal ini diketahui dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa problematika pembelajaran seni baca Al-Qur’an masih belum teratasi dengan baik di desa tersebut, sehingga diperlukan adanya program pendampingan dalam pembinaan seni baca Al-Qur’an. Pendampingan ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research) dengan beberapa tahapan yaitu koordinasi dengan kepala desa, koordinasi dengan mitra pengabdian, sosialisasi program, pembinaan, pelatihan, dan evaluasi hasil binaan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dan terdapat kemajuan intelektual di masyarakat khususnya di bidang pendidikan seni baca Al-Qur’an.
Copyrights © 2025