Penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai sosial budaya Indonesia diterapkan oleh pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Canberra, Australia melalui praktik komunikasi pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, yang berfokus pada pengalaman nyata tiga pengajar BIPA penutur asli bahasa Inggris dari St. Clare’s of Assisi Primary School, Canberra Grammar School, dan Trinity Christian School melalui wawancara mendalam untuk memahami pengalaman dan praktik komunikasi mereka dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial budaya Indonesia diinternalisasikan melalui penggunaan bahasa dalam interaksi kelas, praktik kesenian sebagai media pembelajaran, keterlibatan lingkungan sekolah dan komunitas, serta pembiasaan spiritualitas dan sikap hormat. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran BIPA tidak hanya berfungsi sebagai proses pengajaran bahasa, tetapi juga sebagai ruang pembentukan makna dan nilai sosial budaya. Secara teoretis, temuan penelitian ini sejalan dengan konsep komunikasi pendidikan dan tradisi sosiokultural yang memandang komunikasi sebagai proses sosial dalam membangun realitas dan nilai bersama.
Copyrights © 2026