Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana proses pemindahtanganan dan penghapusan aset Armada Mobil Tangki (AMT) di sektor industi minyak dan gas bumi serta menilai kelayakan penggunaan aset tersebut melalui skema sewa untuk mendukung kegiatan bisnis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode finansial untuk menganalisis kelayakan investasi. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), ARR (Accounting Rate of Return), dan PI (Profitability Index). Kredibilitas data kualitatif diuji terlebih dahulu untuk memastikan keakuratannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemindahtanganan dan penghapusan AMT harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti penjualan, hibah, tukar menukar, atau penyertaan modal pemerintah pusat. Perhitungan depresiasi menunjukkan bahwa potensi layanan dan nilai ekonomi aset ini tidak lagi ada, dengan biaya perolehan tahun 2005 menghasilkan kerugian tahunan dan nilai buku menjadi negatif karena seharusnya dilakukan penyusutan pada tahun 2013. Analisis kelayakan investasi sewa aset AMT menunjukkan NPV sebesar Rp1.480.523.057.243, menandakan investasi layak (NPV > 0); IRR sebesar 973,65% selama 10 tahun, melebihi suku bunga tahunan 15%; ARR sebesar 288,15%, menegaskan kelayakan berdasarkan depresiasi aset; dan PI sebesar 23,37%, menunjukkan proposal investasi dapat diterima (PI > 1).
Copyrights © 2025