Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kontrol sosial yang diterapkan koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit dan mengetahui apa saja hambatan yang ditemui oleh Koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit di Desa Beringin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris dan petugas keamanan koperasi Bina Tani. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ada empat jenis kontrol sosial yang berkaitan dan sistematis yaitu kontrol sosial preventif yang merupakan langkah awal yang dilakukan oleh koperasi untuk menjaga kebun sawit dengan melakukan patroli rutin yang terjadwal oleh petugas keamana (PK), jika ada yang mencuri akan diterapkan kontrol sosial persuasif yaitu dengan teguran lisan dan himbauan, lalu jika tidak mempan akan dilanjutkan dengaan kontrol sosial koersif yaitu di berikan sanksi dan denda kepada pelaku, namun jika pelaku belum jera juga akan diterapkan kontrol sosial represif yaitu dengan penangkapan langsung beserta barang bukti, lalu diberi surat panggilann dengan adanya bukti dokumentasi dari petugas keamanan untuk mengambil keputusan apakah akan diselesaikan dengan cara damai atau dibawa ke ranah hukum. Hambatan yang ditemui oleh koperasi Bina Tani di lapangan adalah kondisi jalan dan cuaca yang kurang mendukung untuk kegiatan patroli, serta kecuarang pemanen dan pencuri yang bekerja sama dan hubungan sosial antara warga dan pelaku pencurian yang dapat memengaruhi ketegasan petugas keamanan dalam proses penindakan.
Copyrights © 2026