Di perusahaan skala besar seperti PT. Pupuk Sriwidjaja (Pusri), inefektivitas komunikasi internal dapat menyebabkan kesalahpahaman, duplikat pekerjaan, dan penundaan pengambilan keputusan strategis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa efektif komunikasi internal dari sudut pandang karyawan, dengan penekanan khusus pada proses yang dilakukan Divisi Komunikasi dan Korporat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi; data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi internal dinilai cukup efektif dalam kejelasan pesan formal, berdampak positif pada semangat kerja dan rasa kepemilikan karyawan. Namun, ditemukan hambatan signifikan pada koordinasi lintas bagian dan birokrasi, yang memperlambat respons dan menyebabkan inkonsistensi dalam tindak lanjut terhadap umpan balik karyawan. Disimpulkan bahwa sistem komunikasi formal Pusri sudah baik; namun, untuk meningkatkan efisiensi operasional, komunikasi internal perlu dipercepat, dikoordinasikan, dan dikurangi birokrasi.
Copyrights © 2026