Fenomena catcalling sebagai bentuk pelecehan verbal terhadap perempuan di ruang publik masih menjadi persoalan sosial yang serius, termasuk di Kelurahan Lestari Kabupaten Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman perempuan korban catcalling, menganalisis dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan, serta mengidentifikasi upaya penanggulangan yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat perempuan korban catcalling yang berada pada rentang usia remaja hingga dewasa. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengungkap pola pengalaman, dampak, dan makna yang dirasakan korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling merupakan bentuk pelecehan seksual yang menimbulkan dampak multidimensi, seperti trauma psikologis, rasa takut, malu, penurunan kepercayaan diri, serta pembatasan aktivitas dan mobilitas perempuan di ruang publik. Praktik ini juga mencerminkan ketimpangan relasi gender yang masih menguat dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan catcalling memerlukan upaya komprehensif melalui pendidikan kesetaraan gender, peningkatan kesadaran masyarakat, dukungan sosial bagi korban, serta kebijakan dan penegakan hukum yang berpihak pada perlindungan perempuan.
Copyrights © 2026