Lingkungan kerja dengan sistem shift kerap menimbulkan pembagian beban kerja yang kurang seimbang bagi para karyawan, sehingga kuat diduga menjadi faktor utama munculnya stres kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara beban kerja dan tingkat stres kerja pada karyawan shift di PT. X. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 51 karyawan shift sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen, yaitu adaptasi Job Stress Survey (JSS) untuk mengukur stres kerja dan Role Overload Scale (ROS) untuk mengukur beban kerja. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,000 0,001), yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara beban kerja dan stres kerja. Artinya, semakin besar beban kerja yang diterima karyawan, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami, dan sebaliknya.
Copyrights © 2026