Warisan budaya Melayu Riau merupakan komponen penting identitas nasional Indonesia yang harus diperkenalkan dan dilestarikan lintas generasi. Proyek pengabdian masyarakat ini mengatasi keterbatasan paparan siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya lokal dengan memanfaatkan Museum Sang Nila Utama sebagai platform pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai budaya Melayu Riau melalui studi banding terstruktur yang memungkinkan pembelajaran eksperiensial di luar kelas. Pendekatan kualitatif digunakan, memanfaatkan tinjauan pustaka dan observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama kunjungan. Data dikaji secara deskriptif untuk menangkap pola-pola yang berkaitan dengan literasi budaya siswa dan interaksi mereka dengan koleksi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sang Nila Utama tidak hanya berfungsi sebagai gudang artefak sejarah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang efektif untuk memperkenalkan sejarah lokal, nilai-nilai tradisional, dan identitas daerah. Selama kunjungan, siswa menunjukkan kemampuan untuk mengenali dan membedakan berbagai kategori benda cagar budaya—seperti geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, humismatika, ludologi, keramologika, serta alat musik tradisional dan seni rupa—yang secara kolektif mencerminkan kekayaan warisan Melayu Riau. Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa kunjungan studi mendorong keterlibatan aktif, meningkatkan pemahaman kognitif siswa, dan mengasah keterampilan psikomotorik mereka melalui interaksi langsung dengan artefak budaya. Secara keseluruhan, kegiatan keterlibatan masyarakat ini menggarisbawahi peran strategis museum dalam pendidikan budaya dan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan studi merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan literasi budaya dan melestarikan warisan Melayu Riau bagi generasi mendatang.
Copyrights © 2025