The objective of this research is to determine whether the implementation of the internal control system for Surety Bond submission at PT. Jaminan Kredit Indonesia Medan Branch has met the internal control components according to the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission 2013 (COSO 2013). Primary and secondary data were used in this study, collected through interviews and documentation. Data was analyzed using a descriptive method. The results show that the implementation of the internal control system for Surety Bond submission at PT Jaminan Kredit Indonesia Medan Branch has complied with the internal control components based on COSO 2013, which include the control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring, as evidenced by findings indicating that four components function effectively while control activities still exhibit weaknesses in the segregation of duties. However, in practice, for Surety Bond submissions with a guarantee value below IDR 250 million, the authorization or approval for certificate issuance is handled directly by the individual business staff. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem pengendalian internal pengajuan surety bond pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Medan telah memenuhi komponen pengendalian internal menurut Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission 2013 (COSO 2013). Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian internal pengajuan surety bond pada PT. Jaminan Kredit Indonesia Cabang Medan sudah memenuhi komponen sistem pengendalian internal menurut COSO 2013, yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, berdasarkan temuan yang menunjukkan bahwa keempat komponen pertama telah berjalan efektif sedangkan aktivitas pengendalian masih memiliki kelemahan dalam pemisahan tugas. Namun pada penerapan di lapangan pada pengajuan surety bond dengan nilai penjaminan dibawah Rp 250 juta otorisasi atau persetujuan penerbitan sertifikatnya dilakukan oleh masing-masing staf bisnis.
Copyrights © 2025