Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter danmoral generasi muda. Peningkatan jumlah peminat pondok pesantren dan siswa SMP dikota Bandung menunjukkan adanya keterkaitan pada dunia pendidikan, namunditemukan pula adanya ketimpangan jumlah fasilitas pendidikan dan isu mengenaikesehatan mental di lingkungan remaja dan santri. Berdasarkan isu dan fakta yangberedar, Yayasan Al-Muhajirin berinisiatif untuk melakukan pembangunan kampus barudi Kota Bandung sebagai langkah untuk merealisasikan visi yayasan dalam membangunkomunitas umat yang berkualitas. Akan tetapi, pondok pesantren sebelumnya belummemenuhi kriteria dalam memberikan suasana lingkungan belajar yang mendukungaspek fungsi dan kenyamanan santri. Dengan demikian, perancangan interior padakampus baru ini diusulkan menggunakan pendekatan well-Being yang bertujuan untukmenghasilkan ruang yang dapat mendukung kesehatan fisik dan mental santri. Padaperancangan ini dihasilkan tata ruang kelas yang adaptif, memanfaatkan pencahayaandan ventilasi alami, serta menggunakan material dan warna yang menenangkan. Desainpada bangunan pondok pesantren ini juga menawarkan area komunal untuk berinteraksidan bersantai juga ruang pengembangan diri, sehingga santri tidak hanya fokus padaakademik, tetapi dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal. Penelitian inimenunjukkan bagaimana desain dapat menghasilkan lingkungan pembelajaran yangsehat, aman, dan mendukung kesejahteraan santri, sehingga dapat menghasilkan lulusanyang cerdas dan berkarakter kuat.Kata kunci: Pesantren, fasilitas pendidikan, interior, Well-Being.
Copyrights © 2025