Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tigaraksa menghadapi tantangan operasionalseperƟ antrean panjang, sirkulasi ruang terbatas, minimnya fasilitas pendukung, dan rendahnyakepercayaan masyarakat akibat persepsi buruk terhadap layanan perpajakan. PeneliƟan inibertujuan merancang ulang interior KPP Pratama Tigaraksa dengan konsep alur akƟvitas lineardan zonasi fungsional untuk meningkatkan eĮsiensi operasional, kenyamanan pengguna, sertacitra insƟtusi. Metode peneliƟan menggunakan pendekatan kualitaƟf berbasis studi kasus,melipuƟ observasi lapangan, wawancara dengan petugas dan pengunjung, dokumentasi visual,dan analisis literatur tentang desain ruang publik. Hasil peneliƟan menunjukkan bahwa desaineksisƟng memiliki masalah seperƟ jalur sirkulasi sempit, kurangnya zonasi yang jelas, danminimnya sistem wayĮnding. Solusi desain yang diusulkan melipuƟ alur pengunjung berurutan(masuk–antrean–tunggu–pelayanan–keluar), zonasi fungsional (tunggu, konsultasi, pelayanan),penambahan fasilitas ergonomis, jalur sirkulasi lebar sesuai PermenPUPR 22/2018, dansignage berbasis warna untuk memperkuat idenƟtas Direktorat Jenderal Pajak. Pendekatan inimeningkatkan eĮsiensi operasional, mengurangi waktu tunggu, dan menciptakan pengalamanpengguna yang lebih baik, sekaligus mendorong kepatuhan pajak melalui persepsi posiƟfmasyarakat. Kata kunci: alur akƟvitas linear; zonasi fungsional; desain interior; eĮsiensi pelayanan; KPP Pratama Tigaraksa
Copyrights © 2025