Profitabilitas merupakan indikator utama kesehatan dan kinerja bank syariah karena mencerminkan kemampuan lembaga dalam menghasilkan laba secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan utama terhadap profitabilitas bank syariah, khususnya PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel FDR dan BOPO, terhadap Return on Assets (ROA), sehingga dapat memahami kontribusi setiap rasio keuangan terhadap kinerja bank. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran yang komprehensif tentang faktor-faktor yang menentukan kinerja keuangan BSI dalam periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang berfokus pada penghitungan serta analisis data angka. Semua informasi yang digunakan dalam bentuk tahunan untuk periode 2022-2024 diterbitkan oleh Bank Indonesia, OJK, dan juga dapat diakses melalui situs resmi dari bank yang digunakan sebagai contoh dalam penelitian ini. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDR dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap ROA, meskipun adanya keterbatasan berupa jumlah sampel yang sangat kecil sehingga model cenderung overfitting (R² = 100%). Namun secara umum, temuan ini tetap menggambarkan bahwa likuiditas dan efisiensi operasional berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas BSI selama periode tersebut. Dengan demikian, profitabilitas BSI pada tahun 2022–2024 didorong oleh dua faktor utama, yaitu peningkatan pembiayaan produktif dan efisiensi biaya, yang secara bersamaan memperkuat kinerja bank pasca-merger.
Copyrights © 2025