SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah
Vol 8 No 1 (2026): SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH

Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal

Muhammad Akhyar, Agus Susilo, Sariyatun, (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jan 2026

Abstract

Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JS

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Social Sciences

Description

SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah merupakan berkala ilmiah Prodi Pendidikan Sejarah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Pengembangan Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama (LP4MK) STKIP PGRI Lubuklinggau. Jurnal ini memiliki ISSN 2623-2065 (Online) akan terbit dua kali ...