Latar Belakang : Permasalahan meningkatnya limbah ban bekas mendorong perlunya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Salah satu alternatif yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah pemanfaatan ban bekas mobil sebagai bak penampung air. Tujuannya adalah mengurangi volume limbah ban sekaligus menyediakan solusi penampungan air yang murah, tahan lama, dan ramah lingkungan. Tujuan : Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pemanfaatan ban bekas mobil menjadi bak penampung air dalam mengatasi limbah anorganik. PKM ini dilaksanakan di kelurahan Satar Tacik tepatnya di Wae Buka dengan jumlah masyarakat yang terlibat yaitu 20 orang. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kualitatif deskriptif serta metode pelaksanaan kegiataanya meliputi identifikasi kondisi ban bekas, modifikasi bentuk, pelapisan bagian dalam, serta pengujian kelayakan penggunaan. Hasil dan Pembahasan : Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ban bekas dapat diolah menjadi tempat penampungan air yang fungsional dan cukup kuat untuk penggunaan jangka panjang. Kesimpulan : Program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah melalui inovasi sederhana namun efektif bagi mereka.
Copyrights © 2025