ABSTRAK Korosi merupakan proses degradasi logam yang terjadi secara alami akibat interaksi elektrokimia antara material dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi larutan NaCl (70%, 80%, dan 90%) serta durasi perendaman (10, 20, dan 30 hari) terhadap laju korosi dan umur sisa (lifetime) baja S45C. Pengujian laju korosi dilakukan menggunakan metode kehilangan massa berdasarkan ASTM G31-72, sedangkan perhitungan lifetime mengacu pada standar API 570. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi terkecil sebesar 0,048739 mpy diperoleh pada konsentrasi 70% dengan durasi 10 hari, sedangkan laju korosi terbesar sebesar 0,121847 mpy terjadi pada konsentrasi 90% pada durasi 10 dan 30 hari. Sebaliknya, lifetime tertinggi mencapai 14.943 tahun dan terjadi pada variasi dengan laju korosi terendah, sementara lifetime terendah sebesar 5.977 tahun dijumpai pada variasi dengan korosi tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCl dan durasi perendaman cenderung mempercepat korosi dan memperpendek umur pakai material. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengendalian korosi pada penggunaan material baja di lingkungan yang bersifat korosif. Kata kunci: Baja S45C, Immersion, Laju korosi, Lifetime, NaCl, ASTM G31-72, API 570
Copyrights © 2025