Fenomena klitih di Yogyakarta merupakan bentuk kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan karena melibatkan kekerasan tanpa motif jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi interpersonal dalam membentuk dinamika kelompok remaja yang terlibat dalam aksi klitih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interpretif melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori penetrasi sosial Altman & Taylor yang mengkaji pengungkapan diri dalam hubungan interpersonal. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dalam kelompok klitih berkembang mulai dari pengungkapan permukaan hingga pengungkapan menengah, tetapi jarang mencapai pengungkapan sentral yang intim. Keterikatan emosional dibangun bukan atas dasar kepercayaan personal, melainkan loyalitas terhadap kelompok dan struktur sosial informal di dalamnya. Minimnya komunikasi yang mendalam mengindikasikan ketiadaan ruang aman bagi eksplorasi identitas personal, yang justru memperkuat ekspresi agresi. Penelitian ini memberi kontribusi pada pendekatan komunikasi preventif dalam pembinaan remaja dan penanggulangan kekerasan berbasis kelompok.
Copyrights © 2025