Penelitian ini mengkaji bagaimana gaya hidup hedonis membentuk konstruksi perilaku konsumtif mahasiswa dalam dinamika era digital, yang ditandai oleh meningkatnya paparan media sosial, promosi digital, dan budaya mengikuti tren. Namun, tujuan penelitian yang semula dirumuskan secara umum “mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif” dinilai kurang spesifik jika dibandingkan dengan jumlah responden yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan tidak hanya untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh, tetapi juga untuk mengidentifikasi dimensi gaya hidup hedonis apa yang paling dominan memengaruhi perilaku konsumtif, serta bentuk perilaku konsumtif apa yang paling sering muncul pada mahasiswa IPI Garut dalam konteks konsumsi digital. Studi ini menempatkan diri pada kajian perilaku konsumen digital, khususnya konsumsi berbasis kesenangan, simbolisasi diri, dan impulsive buying. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, penelitian melibatkan 385 responden yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan intensitas penggunaan media sosial dan pengalaman belanja daring. Instrumen penelitian telah lulus uji validitas dan reliabilitas, sementara analisis data dilakukan melalui regresi linier sederhana untuk menguji hubungan kausal antara gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, dengan koefisien regresi 0,684 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai R² sebesar 0,468 mengindikasikan bahwa hampir separuh variasi perilaku konsumtif mahasiswa dapat dijelaskan oleh gaya hidup hedonis. Dengan perumusan tujuan yang lebih terfokus, temuan ini menegaskan bahwa konsumsi mahasiswa di era digital tidak hanya dipicu oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh orientasi kesenangan, simbol identitas diri, serta kecenderungan mengikuti tren yang dikonstruksi melalui media digital.
Copyrights © 2025