Population growth remains a critical challenge for Sidoarjo Regency, requiring effective policies that balance population size with available resources. However, gaps persist in program outreach, limited budget, and uneven public awareness, especial ly in rural areas. This study aims to analyze the implementation of population control policies through child protection and family planning programs managed by the Sidoarjo Women’s. Empowerment, Child Protection, and Family Planning Service (P3AKB). Using a qualitative descriptive approach, data were collected Through in-depth interviews, field observations, and documentation analysis with officials, extension workers, and community members. The findings show that the program has successfully raised public awareness about family planning and child protection, contributing to lower birth rates and improved maternal and child health. Nevertheless, challenges remain, including cultural resistance, shortage of extension workers, and unequal service access. This study fills the research gap by contextualizing Edwards III’s implementation model within Indonesia’s decentralized population governance framework, providing theoretical insights into how local administrative structures influence policy execution.The research contributes to understanding the dynamics of local policy implementation and offers recommendations to strengthen cross-sector collaboration, improve human resources, and expand service coverage to ensure more inclusive and sustainable population control efforts. ABSTRAK Pertumbuhan populasi tetap menjadi tantangan kritis bagi Kabupaten Sidoarjo, memerlukan kebijakan efektif yang menyeimbangkan ukuran populasi dengan sumber daya yang tersedia. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam jangkauan program, anggaran terbatas, dan kesadaran publik yang tidak merata, terutama di daerah pedesaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengendalian populasi melalui perlindungan anak dan program perencanaan keluarga yang dikelola oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi dengan pejabat, petugas penyuluh, dan anggota masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran publik tentang perencanaan keluarga dan perlindungan anak, berkontribusi pada penurunan angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Namun, tantangan masih ada, termasuk resistensi budaya, kekurangan petugas penyuluh, dan akses layanan yang tidak merata. Studi ini mengisi kesenjangan penelitian dengan mengontekstualisasikan model implementasi Edwards III dalam kerangka pemerintahan populasi terdesentralisasi di Indonesia, memberikan wawasan teoretis tentang bagaimana struktur administratif lokal mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman dinamika implementasi kebijakan lokal dan menawarkan rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan sumber daya manusia, dan memperluas cakupan layanan untuk memastikan upaya pengendalian populasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025