Mahasiswa adalah kelompok yang sedang mengalami fase peralihan menuju kedewasaan, di mana mereka menghadapi berbagai tuntutan akademik dan sosial yang rumit. Tugas yang menumpuk, tekanan saat ujian, dan harapan untuk mencapai prestasi akademik sering kali menyebabkan stres akademik yang dapat berpengaruh pada kesejahteraan mental. Stres akademik yang berlangsung lama tidak hanya berimbas pada keadaan emosional, tetapi juga memengaruhi aspek fisik seperti kualitas tidur. Masalah tidur yang muncul akibat stres dapat mengurangi konsentrasi, menurunkan daya kerja, dan memperburuk kinerja akademik mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa psikologi, serta mengetahui cara mahasiswa mengelola tekanan akademik agar tidak memberikan dampak negatif pada pola tidur mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada tiga mahasiswa aktif dari Fakultas Psikologi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan tema-tema yang muncul dari pengalaman yang dibagikan oleh partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh cukup besar terhadap kualitas tidur. Semakin tinggi tekanan akademik yang dirasakan, semakin buruk kualitas tidur yang dialami mahasiswa. Masalah tidur yang muncul mencakup kesulitan untuk tidur, tidur yang gelisah, serta rasa kelelahan setelah bangun. Mahasiswa menerapkan strategi koping yang adaptif seperti mendengarkan musik, menulis di jurnal, berbagi cerita dengan teman, dan melakukan meditasi ringan untuk mengatasi tekanan tersebut. Dukungan dari teman dan keluarga juga memiliki peranan penting dalam mengurangi stres akademik. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam mengelola stres dan menerapkan pola tidur yang sehat sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.
Copyrights © 2026