Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu penting dalam dunia pendidikan tinggi karena berkaitan langsung dengan kemampuan akademik, sosial, dan emosional individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh budaya organisasi kampus terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana nilai, norma, dan pola interaksi dalam organisasi kampus membentuk kesejahteraan psikologis mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa aktif yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi yang menekankan solidaritas, komunikasi terbuka, dan kepemimpinan demokratis memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental mahasiswa dengan menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif. Namun, budaya hierarkis dan tekanan akademik sering memicu stres serta kelelahan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana dinamika sosial dalam organisasi mahasiswa dapat berfungsi sebagai faktor pelindung sekaligus risiko bagi kesehatan mental. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak universitas dalam mengembangkan budaya organisasi yang mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.
Copyrights © 2026