Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang sarat akan nilai kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi Bagandang Nyiru pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seiring derasnya arus globalisasi, tradisi ini mulai jarang dipraktikkan dan dipahami oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Bagandang Nyiru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagandang Nyiru merupakan praktik memukul nyiru secara beramai-ramai untuk mencari orang yang diyakini disembunyikan oleh makhluk gaib. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi: (1) nilai akidah, berupa keyakinan pada hal gaib dalam bingkai tauhid; (2) nilai akhlak, yang tercermin melalui sikap tolong-menolong, gotong royong, dan kedisiplinan waktu; serta (3) nilai ibadah, yang diwujudkan melalui pelaksanaan doa dan syukuran. Dengan demikian, tradisi Bagandang Nyiru tidak hanya dipahami sebagai praktik bernuansa mistis, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas budaya serta sebagai sarana pendidikan yang berlandaskan kearifan lokal.
Copyrights © 2026