Tanah lempung di wilayah dataran pantai Indonesia, seperti di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur karena sifat fisik dan mekanisnya yang buruk. Tanah di daerah ini termasuk subkelompok A-7-5 menurut klasifikasi AASHTO, dengan kadar air tinggi dan indeks plastisitas besar. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sifat tanah melalui penambahan fly ash sebanyak 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; 25%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash menurunkan kadar air, berat jenis, dan indeks plastisitas, serta meningkatkan kepadatan tanah. Pengujian proctor modified menunjukkan nilai MDD tertinggi sebesar 1,587 gr/cm3 dan OMC sebesar 21,50% pada kadar fly ash 17,5%. Nilai CBR juga meningkat, dengan hasil optimal pada 17,5% fly ash, yaitu 27,59% (unsoaked) dan 3,68% (soaked). Namun, nilai CBR soaked masih belum memenuhi spesifikasi minimum sebesar 6%.
Copyrights © 2025