Indonesia sebagai wilayah tropis memiliki curah hujan tinggi. Kondisi ini membuat tanah lempung berplastisitas rendah (CL), yang dominan mengandung mineral kaolinit mudah kehilangan kekuatan saat kadar air meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko keruntuhan lereng. Metode stabilisasi konvensional mahal dan berdampak lingkungan. Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) menjadi alternatif ramah lingkungan karena menghasilkan kalsium karbonat (CaCO₃) yang dapat mengikat partikel tanah. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh MICP biostimulasi terhadap perilaku lereng tanah lempung melalui model skala kecil. Model lereng dibuat dari tanah CL dalam box kaca berukuran 60 × 14 × 25 cm dengan sudut 60°. Dua kondisi diuji, yaitu normal (air) dan MICP (larutan sementasi) dengan inkubasi 7 hari pada suhu ruangan. Dilakukan pengujian pembebanan serta uji geser langsung pada tiga tegangan normal. Parameter yang dianalisis meliputi load–deformation, modulus elastisitas (E₀, E₅₀, Eₜ), kohesi (c), sudut geser dalam (φ), serta validasi statistik dengan ANOVA. Hasil menunjukkan MICP mampu meningkatkan respon beban sebesar 105,4 % dengan p-value 0,000. Nilai E₅₀ meningkat 24.5%, dan Eₜ meningkat sebesar 35%. Kohesi meningkat sebesar 96,9%, sedangkan sudut geser meningkat sebesar 11% dengan p-value 0,001. Temuan ini menunjukkan MICP mampu meningkatkan kapasitas respon beban lereng, kekakuan, dan kuat geser tanah serta berpotensi sebagai teknologi stabilisasi lereng tanah lempung yang efektif berkelanjutan.
Copyrights © 2025