Banjir di Kawasan Sempaja, Samarinda, menjadi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim dan ketergantungan pada infrastruktur pengendali konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Embung Sempaja dan merumuskan strategi pengembangan berbasis konstruksi hijau sebagai solusi adaptif. Analisis dilakukan melalui pemodelan hidrologi (HEC-HMS) dan hidrolika (HEC-RAS) terintegrasi, menggunakan data curah hujan terkini (hingga 2024) dan topografi DEMNAS. Hasil utama menunjukkan adanya peningkatan ancaman hidrologis serta kondisi Embung Sempaja saat ini memiliki volume tampungan efektif hanya sekitar 5.3% dari volume rekomendasi desain, yang berimplikasi pada risiko genangan signifikan di area permukiman. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan infrastruktur tunggal tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan di kota tropis. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa transformasi menuju strategi konstruksi hijau yang komprehensif mengintegrasikan solusi makro seperti pembangunan long storage tambahan dengan infrastruktur mikro berbasis alam yang terdistribusi merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan resiliensi banjir perkotaan secara efektif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025