Sejak 2021 jumlah penderita Tuberkulosis (TB) di Indonesia menempati peringkat kedua setelah India. Capaian treatment success rate TB juga hanya 86,5% pada tahun 2023. Namun permasalahan TB tidak hanya terkait pengobatan, masalah sosio-psiko-spiritual turut menjadi determinan yang memengaruhi keberhasilan pengobatan TB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan penderita TB tentang penyakit, pengobatan dan cara pencegahan penularannya, hingga perbaikan motivasi penderita TB untuk sembuh. Tim pelaksana memberikan psikoedukasi berbasis audiovisual dengan pendekatan Acceptance and Commitment Theraphy (ACT) yang dilaksanakan dalam 4 sesi berfokus pada edukasi tentang TB secara berkelompok (SGD), termasuk manfaat, dukungan, hambatan, kerentanan dan keseriusan yang dihadapi pasien selama pengobatan, serta perilaku pencegahan penularan TB. Kegiatan dihadiri oleh 36 penderita TB, 5 kader kesehatan, dan 10 orang mahasiswa keperawatan, sedangkan psikoedukasi diberikan oleh tiga orang dosen dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan penderita TB tentang penyakit, pengobatan dan cara pencegahan penularannya, serta motivasi untuk menuntaskan pengobatan.
Copyrights © 2025