Pendidikan merupakan fondasi pembangunan nasional di Indonesia, namun tantangan seperti Anak Tidak Sekolah (ATS) dan rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) serta Angka Partisipasi Murni (APM) masih menjadi masalah utama, terutama di daerah terpencil dan keluarga miskin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Indonesia Pintar (PIP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam mengatasi ATS serta meningkatkan APK/APM. Menggunakan model evaluasi CIPP dan Discrepancy Model, penelitian ini menganalisis implementasi, kontribusi, dampak, dan kendala program berdasarkan data BPS, penelitian terkait, dan studi kasus di beberapa daerah seperti Kabupaten Pekalongan, Mamuju Utara, dan Desa Sidoharjo. Hasil menunjukkan bahwa PIP dan BOS telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan ATS dari 4,6 juta anak pada 2020, dengan penurunan angka putus sekolah di jenjang SD dari 0,13% pada 2022 menjadi 0,11% pada 2023, serta peningkatan APK di beberapa wilayah. Namun, kendala seperti keterlambatan pencairan dana, ketidakakuratan data DTKS, dan lemahnya pengawasan di daerah 3T masih menghambat efektivitas. Rekomendasi meliputi peningkatan koordinasi antarinstansi, validasi data, dan sosialisasi intensif untuk mencapai pemerataan pendidikan yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan dasar bagi penyempurnaan kebijakan pendidikan nasional.
Copyrights © 2025