Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepemimpinan dan kinerja siswa melalui penerapan budaya organisasi di lingkungan SMA berbasis pesantren. Latar belakang kegiatan menunjukkan masih rendahnya keterlibatan aktif siswa, kedisiplinan, serta kerja sama dalam organisasi siswa, yang berdampak pada lemahnya praktik kepemimpinan. Program ini dirancang untuk memperkuat keterampilan kepemimpinan, kesadaran berorganisasi, dan tanggung jawab kolektif siswa. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang dipilih karena menempatkan peserta sebagai subjek aktif perubahan. Menurut Kemmis dan McTaggart, PAR efektif dalam konteks pendidikan karena mengintegrasikan refleksi kritis, tindakan nyata, dan partisipasi kolaboratif untuk memecahkan masalah kontekstual. Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan Reason dan Bradbury yang menekankan bahwa PAR mampu memberdayakan komunitas dan meningkatkan kapasitas sosial melalui keterlibatan langsung. Pelaksanaan program melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan terstruktur, pelatihan kepemimpinan, diskusi reflektif, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam perilaku kepemimpinan, kerja sama tim, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap norma organisasi. Selain itu, siswa melaporkan motivasi yang lebih tinggi dan pemahaman yang lebih jelas terhadap peran dan tanggung jawab organisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan budaya organisasi melalui metode PAR berdampak positif terhadap pengembangan kepemimpinan siswa dan efektif dalam mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang bertanggung jawab di masa depan
Copyrights © 2026