Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh berbagai perubahan biologis, termasuk nyeri menstruasi yang umum dialami oleh remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penanganan dismenorea pada siswi MA di Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain potong lintang dan melibatkan 120 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup (51,7%), sementara sebagian besar responden juga menunjukkan sikap cukup dalam menangani nyeri haid (80,8%). Mayoritas responden mengunakan terapi non-farmakologi sebesar 95% untuk meredakan nyeri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap dalam penanganan dismenorea, dengan nilai signifikansi <0,001 dan koefisien korelasi sebasar 0,329. Nilai koefisien tersebut menunjukkan hubungan yang terbentuk bersifat positif dengan kekuatan hubungan lemah, sehingga semakin tinggi tingkat pengetahuan responden maka semakin baik pula sikap yang ditunjukkan dalam menangani dismenorea, meskipun pengaruhnya tidak terlalu kuat. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap yang lebih baik dalam memilih Tindakan penangan yang tepat dalam mengatasi dismenorea.
Copyrights © 2025