Penelitian ini dilakukan pada sebuah warteg keliling di wilayah sekitar kampus Bandung yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan ruang dan fasilitas fisik yang terbatas. Beberapa permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi kurangnya ruang penyimpanan peralatan dan perlengkapan, dapur yang sempit akibat penataan yang kurang rapi, kursi penjual yang tidak ergonomis, serta penggunaan wastafel yang tidak terpisah antara kegiatan mencuci alat dan mencuci tangan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah merancang kendaraan yang difungsikan sebagai warteg keliling yang lebih tertata, ergonomis, dan aman.Metode yang digunakan meliputi pendekatan Design Thinking untuk merumuskan permasalahan dan solusi, dan metode antropometri sebagai acuan dalam perancangan fasilitas fisik. Analisis kondisi 5S digunakan untuk menilai keteraturan lingkungan kerja. Hasil rancangan mencakup pengembangan fasilitas penyimpanan peralatan dapur dan etalase, kursi dan meja penjual, area duduk konsumen, serta fasilitas pendukung seperti wastafel, tenda, dan tangga. Alternatif layout dibandingkan menggunakan metode scoring untuk menentukan tata letak optimal. Usulan penerapan Kesehatan dan Kselamatan Kerja (K3) meliputi penyediaan kotak P3K tipe A, APAR, detektor gas dan asap, serta alat pelindung diri.Kata kunci: Design Thinking, Scoring Concept, K3, 5S, Lingkungan Fisik
Copyrights © 2025