Perkembangan pesat kawasan perkotaan di Kota Malang telah menyebabkan meningkatnya suhu permukaan akibat berkurangnya tutupan vegetasi dan meningkatnya lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerapatan vegetasi pada ruang terbuka hijau (RTH) terhadap suhu permukaan di Kota Malang dengan pendekatan penginderaan jauh berbasis NDVI dan LST. Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 tahun 2025 yang telah dikoreksi secara radiometrik. Pengolahan data dilakukan melalui perhitungan NDVI untuk mengetahui kerapatan vegetasi dan perhitungan LST untuk mengetahui distribusi suhu permukaan. Selanjutnya, hasil perhitungan tersebut dianalisis dengan teknik overlay spasial dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat antara NDVI dan LST, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,4454. Artinya, sekitar 44,54% variasi suhu permukaan di Kota Malang dapat dijelaskan oleh kerapatan vegetasi. Wilayah dengan tutupan vegetasi tinggi, seperti Kedungkandang dan Sukun bagian selatan, menunjukkan suhu permukaan yang relatif lebih rendah, sedangkan wilayah dengan tutupan vegetasi rendah seperti Klojen dan Blimbing mengalami suhu permukaan yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peningkatan kualitas dan distribusi RTH dalam mitigasi urban heat island dan perencanaan kota yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026