Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi manajer terhadap praktik pengungkapan akuntansi di sektor publik dan sektor privat, dengan menekankan perbedaan konteks kelembagaan, tujuan organisasi, serta tuntutan akuntabilitas yang melekat pada masing-masing sektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap manajer yang bekerja di organisasi sektor publik dan perusahaan sektor privat, sehingga memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai makna, pertimbangan, dan tantangan dalam pengungkapan informasi akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer sektor publik memandang pengungkapan akuntansi sebagai instrumen utama akuntabilitas kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, yang dipengaruhi oleh regulasi formal, transparansi anggaran, serta tekanan politik dan birokrasi. Sebaliknya, manajer sektor privat cenderung menekankan pengungkapan akuntansi sebagai sarana untuk menjaga kepercayaan investor, meningkatkan reputasi perusahaan, serta mendukung pengambilan keputusan ekonomi, dengan mempertimbangkan aspek kerahasiaan bisnis dan efisiensi. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat kepatuhan terhadap standar akuntansi tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh nilai-nilai profesional, pengalaman manajerial, dan budaya organisasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang kontekstual dalam merumuskan kebijakan dan standar pengungkapan akuntansi, baik di sektor publik maupun privat. Dengan memahami persepsi manajer, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur akuntansi berbasis interpretatif serta kontribusi praktis bagi peningkatan kualitas pengungkapan dan akuntabilitas organisasi di Indonesia.
Copyrights © 2025