Artritis reumatoid (AR) merupakan kondisi inflamasi kronis pada lansia yang menyebabkan nyeri sendi dan penurunan fungsi. Penelitian ini menilai pengaruh terapi kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia dengan AR di layanan primer. Desain quasi-eksperimen digunakan dengan kelompok perlakuan yang menerima kompres hangat dan kelompok kontrol yang mendapat perawatan biasa. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale. Kompres hangat diberikan 20–25 menit pada suhu 40–45°C, tiga kali seminggu selama dua minggu. Hasil menunjukkan penurunan nyeri bermakna pada seluruh peserta kelompok perlakuan, dari nyeri ringan–sedang menjadi tanpa nyeri, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan. Temuan ini mendukung manfaat fisiologis terapi panas dalam mengurangi nyeri sendi. Kompres hangat merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diakses, dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan.
Copyrights © 2025