Neuropati diabetik adalah komplikasi saraf perifer dan otonom akibat diabetes melitus kronis yang ditandai mati rasa, kesemutan, nyeri dan merupakan penyebab utama ulkus kaki serta amputasi. Individu dengan pemahaman yang rendah mengenai diabetes melitus akan kesulitan dalam melakukan tindakan pencegahan, dan kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang metode IpTT untuk mendeteksi neuropati diabetik di Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dan jumlah sampel 46 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian mayoritas responden berusia 25-35 tahun (36.95%), jenis kelamin perempuan (60.86%), pekerjaan karyawan swasta yaitu (47.82%), dan tingkat pengetahuan kurang (78.26%). Kesimpulan minimnya informasi tentang IpTT sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang dalam mendeteksi neuropati. Saran diperlukan penyuluhan yang lebih intens kepada masyarakat.
Copyrights © 2025