Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia dini yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor risiko stunting adalah pernikahan dini, yang dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam kehamilan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 0–2 tahun di Kampung Maibo, wilayah kerja Puskesmas Malawili, Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 56 ibu yang memiliki anak usia 0–2 tahun dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 61,1% ibu menikah pada usia <18 tahun, dengan kejadian stunting sebesar 83,3% kategori pendek dan 16,7% sangat pendek. Terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian stunting (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting.
Copyrights © 2025