Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas penggunaan smartphone, khususnya pada Generasi Z, sehingga memicu risiko nomophobia atau kecemasan berlebihan saat tidak dapat mengakses ponsel. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sensation seeking dan kontrol diri terhadap nomophobia pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Sampel sebanyak 348 responden dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria usia 12–25 tahun, berdomisili di Karawang, dan menggunakan smartphone ≥4 jam/hari. Instrumen meliputi NMPQ-10, BSSS-I, dan BSCS. Analisis regresi berganda menunjukkan sensation seeking (p = 0,006) berpengaruh positif signifikan, sedangkan kontrol diri (p = 0,000) berpengaruh negatif signifikan. Kedua variabel tersebut secara bersama-sama berkontribusi sebesar 49,6% terhadap tingkat nomophobia. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan yang menggabungkan penguatan kontrol diri, literasi digital, dan pengelolaan lingkungan digital.
Copyrights © 2025